Malam terasa sangat mencekam, hanya bunyi jangkrik yang menemani. Kadang saya mendengar suara aneh dari seberang jalan, mata ini pun langsung tertuju pada sumber suara. Tapi tak kelihatan bayangan maupun gerak gerik dari sumber tadi. Saya pun hanya terdiam dan ketakutan, tapi suasana disitu memang sangat dingin dan sangat menguji adernalin. Perjalanan saya menuju kampung halaman pun masih terasa jauh, saya pun meluangkan waktu untuk berhenti sejenak di sebuah pertokohan yang saya tidak tau namanya itu.
Dengan kesepian malan dan kedinginan yang mencekam, tiba - tiba datang seseorang yang mengagetkan saya. Seluruh darah tiba - tiba saja berhenti sejenak, dengan sikap yang agak kaku seseorang tadi lalu menyapa saya. "Hei... lagi ngapain kamu di sini", dengan suara yang agak gugup saya pun menjawab,"saya,,saya, hanya numpang berhenti saja karena cape, "oh... saya kira maling". Haaaaa.... saya dikatakan maling, memengnya saya punya tampang kaya maling mbak, dasar mbak sialan.
Saya pun melanjutkan perjalanan ke kampung halaman, suasana pun kembali lagi seperti semula, dengan tidak merasa takut lagi, langkah kaki yang tadi kaku, sekarang mulai cepat dengan sendirnya. "Tok tok tok, pintu saya ketukan, tapi di ujung sana tak terdengar suara ributan ataupun yang lainya, timbulah rasa ingin tahu saya. Saya pun kemudian menyisiri stiap bagian rumah tapi tak ada siapa-siap? diasana. Tiba-tiba ada tetangga yang datang menghampiri saya, " kamu ternyata.." tadi ibu kamu menitipkan kunci rumah ".
Kemudian saya membuka pintu rumah, lalu duduk di kursi sambil merenungkan apa yang telah menimpa diri saya. Sambil bertanya-tanya dalam hati?.
Keesokan harinya, terdengar suara dari dalam kamar, "kring kring kring,,,"suara telvon, berbunyi, saya langsung mengangkatnya, ternyata itu telvon dari orang tua saya. Setelah menerima telvon barulah saya tau kalau kedua orang tua saya lagi berada di rumah baru kami. Saya pun langsung bergegas mandi. Kebetulan orang tua saya meninggalkan kunci motor di rumah, sehingga saya pun bisa menyusul mereka.
Setelah tiba di rumah baru kami tadi, saya pun memulai liburan yang sangat saya rindukan yaitu berkumpul bersama keluarga dan tertawa bersama. tapi suasana pun saya rasakan masih kurang di karenakan ada kak saya yang tidak sempat pulang. Karena biasanya ada saja perkelahian antara kami berdua, karena itu juga yang saya rindukan dari kakak saya. Tapi karena ada alasan tertentu sehingga dia tidak hadir disana.
Liburan itu akan menjadi indah bila kita berkumpil dengan orang yang kita sayangi, apa lagi orang itu yang paling istimewa dalam hidup kita.
Home
»
»Unlabelled
» Liburan Dengan Suasana Yang Dingin
Minggu, 11 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar