Hari ini saya sangat lelah
sekali, seluruk keringat terkucur deras dari tubuh ku. Siang bolong tepatnya di
jalanan yag ramai nan macet saya bersama pemilik perusahaan di bidang expedisi,
mengalami hal yang tidak di duga kami sebelumnya. Hal ini membuat kami kesal,
dan juga kehilangan stamina, seluruh tenaga sudah di curahkan semua tapi apala
daya semua itu sia-sia. Emosi semakin meluap dengan bisiknya kendaraan yang
lalu-lalang semuanya tak menghiraukan kami sama sekali, ada sih yang
menghiraukan kami tapi itu hanya sebentar saja, setelah itu hilang begitu saja.
“Ah.... sialan kirain maubantu mala cabut, dasar ini orang”, kata bos sekaligus
pemimpin perusahaan kami itu. Setelah lama berusaha akhirnya bos memutuskan
untuk menelpon anak buahnya. “Halo” kata bos dengan suara agak kesal, “gimana
sih kalian di telpon kok nggak ada yang ngangkat”, sambung si bos. Kalian
tolong datang ke area timor raya kami ada masalah disini, bawa juga teknisi
mobil yang handal untuk menangani masalah kami ini”. “Mobil yang kami tumpangi
mogok pokoknya tidak pake lama”. Dengan nada yang marah. Saya yang saat itu
tengah lelah dan lapar tidak berdaya dibawah trik mata hari. Tak lama kemudian
ada suara yang secara lembut menyapa di kebisingan lalulintas yang begitu
ramai. “Selamat siang pak”, kata seorang laki-laki yang memiliki tinggi
kira-kira satu setengah meter itu, dan dia ternyata teknisi yang dikirim
perusahaan.” Siang.., kamu lihat tu mobil ada masalah apa sih ini main mogok
segala”, dengan raut wajah yang agak memelas seperti adonan kue tar.
Akhirnya
teknisi itu mulai mengerjakan bagian mobil yang rusak, setelah selesai
memperbaikinya. Mobil yang biru, dengan daya sekitar 2000 cc, yang mampu
membuat kami lelah akibat mendorong mobil itu, akhirnya menyala juga. Teknisi
itu kemudian kembali ke kantor, dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju KM
30, selama perjalanan terlihat kembali wajah yang cukup gembira dari bos kami
itu.
Setelah
satu kilo panjangnya kami berjalan, tiba-tiba terdengar suara ledakan,
“BuhssttPakkkkk....” kira-kira begitu bunyi
ledakan itu. Kami serentak kaget
dan mobil yang kami tumpangi akhirnya terseok-seok, sperti orang pincang saja.
“Buset dah....” terdengar suara yang keras terdengar di telinga ku,
rasa-rasanya gendang telinga ini mau pecah saja. “Kenapa Pak?” Tanya Ku dengan
nada yang agak takut. “Ban Mobil Pecah..aduhhh sialan!!!”. Kegembiraan yang
tadi muncul di raut wajah bos yang biasa dipanggil saya dengan sebutan Pak itu,
akhirnya perlahan-lahan hilang.
Saya
pun turun dari mobil dan melihatnya, dengan rasa yang mulai resah saya pun
berteriak, “Aduhhh,,,,ini sebenarnya sial apa sih??”, tanyaku sendiri. Pak yang
tadi yang nampak gembira kini mulai malas turun dari mobil, saya pun mulai
mengecek seluruh isi mobil dan ternyata saya menemukan ban laseref, dongkrak,
dan kunci roda. Rasa senangpun mulai muncul kembali dari dalam hatiku. Sapun
mulai menaikan dingkrak, kaget karena mobilnya tergoyah, bos atau pak yang sering saya sapa akhirnya turun dan langsung
membantu saya. Pak pun tersenyum, dengan apa yang suadah saya usahakan. Kami
pun mulai memesang ban laseref yang ada tadi
kemudian mengancing kembali baut roda dengan kencang. Setelah semuanya selesai kamipun membereskan
semua alat yang digunakan, ke atas mobil. Tanpa pikir panjang kami pun melanjutkan
perjalanan yang tinggal beberapa kilo lama nya. Akhirnya sampai juga tujuan,
sekitar pukul 5 sore waktu indonesia
bagian timur. Kegembiraan pun muncul dari dalam diri saya, dan itu juga tak di
pungkiri mungkin pak sama seperti apa yang saya rasakan ini.
Setelah
Perbincangan kami dangan salah satu patner perusahaan kami selesai, kami pun
melanjutkan perjalanan pulang kekantor. Pada saat itu sekitar pukul 06:40, kami
kembali kekantor rasa gelisah pun mulai muncul kembali, di setiap perjalanan pulang
kami. Tapi setelah tiba di kantor dengan hati yang legah dan senang. Ternyata
kami tidak mendapatkan kendala apa pun pada saat pulang. Saya pun mulai
membereskan perkerjaan saya dan kemudian pulang kerumah. Dengan rasa bangga
karena usaha kami itu kabarnya diterima oleh patner kerja kami saya pun tidur
dengan hati yang tenang dan puas.
--TAMAT--

0 komentar:
Posting Komentar