Senin, 09 Maret 2015

Hari ini saya sangat lelah sekali, seluruk keringat terkucur deras dari tubuh ku. Siang bolong tepatnya di jalanan yag ramai nan macet saya bersama pemilik perusahaan di bidang expedisi, mengalami hal yang tidak di duga kami sebelumnya. Hal ini membuat kami kesal, dan juga kehilangan stamina, seluruh tenaga sudah di curahkan semua tapi apala daya semua itu sia-sia. Emosi semakin meluap dengan bisiknya kendaraan yang lalu-lalang semuanya tak menghiraukan kami sama sekali, ada sih yang menghiraukan kami tapi itu hanya sebentar saja, setelah itu hilang begitu saja. “Ah.... sialan kirain maubantu mala cabut, dasar ini orang”, kata bos sekaligus pemimpin perusahaan kami itu. Setelah lama berusaha akhirnya bos memutuskan untuk menelpon anak buahnya. “Halo” kata bos dengan suara agak kesal, “gimana sih kalian di telpon kok nggak ada yang ngangkat”, sambung si bos. Kalian tolong datang ke area timor raya kami ada masalah disini, bawa juga teknisi mobil yang handal untuk menangani masalah kami ini”. “Mobil yang kami tumpangi mogok pokoknya tidak pake lama”. Dengan nada yang marah. Saya yang saat itu tengah lelah dan lapar tidak berdaya dibawah trik mata hari. Tak lama kemudian ada suara yang secara lembut menyapa di kebisingan lalulintas yang begitu ramai. “Selamat siang pak”, kata seorang laki-laki yang memiliki tinggi kira-kira satu setengah meter itu, dan dia ternyata teknisi yang dikirim perusahaan.” Siang.., kamu lihat tu mobil ada masalah apa sih ini main mogok segala”, dengan raut wajah yang agak memelas seperti adonan kue tar.
                Akhirnya teknisi itu mulai mengerjakan bagian mobil yang rusak, setelah selesai memperbaikinya. Mobil yang biru, dengan daya sekitar 2000 cc, yang mampu membuat kami lelah akibat mendorong mobil itu, akhirnya menyala juga. Teknisi itu kemudian kembali ke kantor, dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju KM 30, selama perjalanan terlihat kembali wajah yang cukup gembira dari bos kami itu.
                Setelah satu kilo panjangnya kami berjalan, tiba-tiba terdengar suara ledakan, “BuhssttPakkkkk....” kira-kira begitu bunyi  ledakan itu.  Kami serentak kaget dan mobil yang kami tumpangi akhirnya terseok-seok, sperti orang pincang saja. “Buset dah....” terdengar suara yang keras terdengar di telinga ku, rasa-rasanya gendang telinga ini mau pecah saja. “Kenapa Pak?” Tanya Ku dengan nada yang agak takut. “Ban Mobil Pecah..aduhhh sialan!!!”. Kegembiraan yang tadi muncul di raut wajah bos yang biasa dipanggil saya dengan sebutan Pak itu, akhirnya perlahan-lahan hilang.
                Saya pun turun dari mobil dan melihatnya, dengan rasa yang mulai resah saya pun berteriak, “Aduhhh,,,,ini sebenarnya sial apa sih??”, tanyaku sendiri. Pak yang tadi yang nampak gembira kini mulai malas turun dari mobil, saya pun mulai mengecek seluruh isi mobil dan ternyata saya menemukan ban laseref, dongkrak, dan kunci roda. Rasa senangpun mulai muncul kembali dari dalam hatiku. Sapun mulai menaikan dingkrak, kaget karena mobilnya tergoyah, bos atau pak yang  sering saya sapa akhirnya turun dan langsung membantu saya. Pak pun tersenyum, dengan apa yang suadah saya usahakan. Kami pun mulai memesang ban laseref yang ada tadi  kemudian mengancing kembali baut roda dengan kencang.  Setelah semuanya selesai kamipun membereskan semua alat yang digunakan, ke atas mobil. Tanpa pikir panjang kami pun melanjutkan perjalanan yang tinggal beberapa kilo lama nya. Akhirnya sampai juga tujuan, sekitar pukul  5 sore waktu indonesia bagian timur. Kegembiraan pun muncul dari dalam diri saya, dan itu juga tak di pungkiri mungkin pak sama seperti apa yang saya rasakan ini.

                Setelah Perbincangan kami dangan salah satu patner perusahaan kami selesai, kami pun melanjutkan perjalanan pulang kekantor. Pada saat itu sekitar pukul 06:40, kami kembali kekantor rasa gelisah pun mulai muncul kembali, di setiap perjalanan pulang kami. Tapi setelah tiba di kantor dengan hati yang legah dan senang. Ternyata kami tidak mendapatkan kendala apa pun pada saat pulang. Saya pun mulai membereskan perkerjaan saya dan kemudian pulang kerumah. Dengan rasa bangga karena usaha kami itu kabarnya diterima oleh patner kerja kami saya pun tidur dengan hati yang tenang dan puas. 

--TAMAT--

0 komentar:

Posting Komentar