Setiap Jam, menit, bahkan detik, saya selalu berharap bahwa dia akan datang menemui saya, dan pada saat itulah saya akan mengungkapkan perasaan yang mendalam ini. Atau apakah semua ini takan terjadi pada diriku? pertanyaan seperti inilah yang selalu ada di benak dan pikiran saya. Kecewa, putus asa, dan tidak mut makan menajadi suatu yang dapat saya lakukan bila pertanyaan yang sama selalu muncul begitu saja, mengganggu bahkan membuat perasaan semakin tergoncang.Hari ini tepat pada bulan mei sebenarnya adalah bulan keberuntungan saya, tapi kok kenapa keburuntungan untuk memiliki cewe secantik, sepintar, dan sebaik dia selalu saja tidak terpenuhi. Padahal setiap kali saya berdoa saya selalumeminta kepada Tuhan agar dapat menyatuhkan kami berdua, walau sebenarnya sangat sulit sekali, tapi saya percaya apabila kita memintanya dengan sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin semuanya bisa terpenuhi.
Namun dalam hati ini selalu berbicara, apabila saya tidak mengungkapkan persaan ini, dan membiarkan dia terlarut, dan tenggelam dilautan samudra. Berarti segala yang saya usahakan akan sia-sia. Tapi apabila saya mengungkapkannya saya takut menerima jawaban yang membuat saya tidak bisa menerimanya.
"Apa yang saya harus lakukan ?" supaya kami berdua dapat disatuhkan oleh Tuhan, dan memulai hidup baru bersama. Tapi apabila kami memiliki jalan yang berbeda maka biarkanlah rasa ini selalu tersimpan dihati untuk selamanya. Dan menjadi kenangan yang terindah sepanjang sejarah percintaan saya. Tapi apabila kita disatukan oleh Tuhan saya akan memanfaatkan waktu yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Selalu membuatmu tersenyum, bangga karna memiliki cowo yang separti saya.
Harapan itu kadang membuat setiap orang mersa bahwa dia sudah tidak memiliki kesempatan terbaiknya,seperti yang telah diberikan kesempatan pertama. Hal inilah yang mebuat pikiran ini selalu ragu maupun takut kehilangan dirimu yang saya cintai. memang sebanarnya saya ini hanyalah pengagummu tapi apakah saya tidak boleh mencintaimu.
Hal yang sebenarnya terlihat seperti masih kekanak-kanakan, belum dewasa. Tapi mau bagaimana lagi inilah saya, pribadi yang selalu terbuka dan selalu berkata sesuai dengan isi hati dan pikiran yang ada.
0 komentar:
Posting Komentar