Ketika malam tiba hanya
deruan angin yang bertiup begitu kencang, sehingga memembuat kulitku terasa di
sobek. Tak seperti biasa dikala malam itu tiba ada jemari yang selalu
menghangati tubuh ini, tapi dimana jemari itu berada? Mungkin hilang ditelan
suasana mencekam, dikala semua orang terhanyut dalam mimpi yang indah. Badai
yang datang pun tanpa permisi, disaat rasa yang semakin mencekam itu terus
menggrogoti jiwa ini. Hari – hari yang dilalui pun terasa sangat hampa, seperti
ruangan yang tanpa penghuni yang sudah dibiarkan ratusan tahun lamanya.
Walau kadang hari yang
indah itu datang, semua itu sudah berubah tidak akan terjadi seperti yang dulu
lagi. Malam yang dingin, nan sepi membuatku mersa bahwa seharusnya aku harus
berusaha untuk melupakan semua yang terjadi, agar pintu hati yang tertutup
rapat ini, dapat terbuka kembali untuk seorang yang mungkin ditakdirkan untuk
bersamaku sampai akhir ajal menjemputku. Tapi apa? Yang ditunggupun tak kunjung
tiba sepertinya tak ada yang akan menaruh hatinya pada lempengan logam dingin
diselimuti kabut yang pekat, sehingga pandangannya pun mungkin terhalang. Lama
kelamaan hati ini mulai mersa jenuh dengan keadaan yang selalu tak berpihak
kepada hati yang sedang dilanda pilu. Rupanya semua yangdisusun sesuai dengan ranca
kini kelihatannya mulai memudar dibawa air yang mengalir deras, kelautan lepas.
Kahilangan maupun kesialan selalu saja data bergantian, seakan sengaja membuat
denyut jantung ini berhenti. Kobaran api semangat pun selalu di hulukan agar
tak dapat mati jika terkana oleh air mata, yang mengalir bagaikan mata air
alami.
Rasa rindu yang semakin
luntur ini lama kelamaan hilang juga dari jiwa yang lara ini. Haus yang dulu
melanda hati ini, sekarang disapu oleh air cinta yang begitu terus mengalir
tanpa hentinya. Mungkin semua itu takan terjadi lagi pada hati yang lara, atau
semua itu akan datang dan merobek kembali diding yang sementara di bangun
kokoh. Melihat segala isi ruang yang kosong dan kemudian mengisi nya kembali
dengan setumpuk harapan yang tersirat dalam benang cinta.
Hadir mu memang mengubah
segala yang ku miliki, entah apa yang harus ku ucapkan untuk berterima kasih
atashadirnya dirimu dalam hidupku. Yang seharusnya kau tahu bahwa diri ini
memang seorang yang tidakmempunyai jiwa yang murni seperti dirimu, tapi ku
yakin dengan adanya dirimu disampingku, semua itu dapat berubah.

0 komentar:
Posting Komentar