Selasa, 19 Mei 2015



Ketika malam tiba hanya deruan angin yang bertiup begitu kencang, sehingga memembuat kulitku terasa di sobek. Tak seperti biasa dikala malam itu tiba ada jemari yang selalu menghangati tubuh ini, tapi dimana jemari itu berada? Mungkin hilang ditelan suasana mencekam, dikala semua orang terhanyut dalam mimpi yang indah. Badai yang datang pun tanpa permisi, disaat rasa yang semakin mencekam itu terus menggrogoti jiwa ini. Hari – hari yang dilalui pun terasa sangat hampa, seperti ruangan yang tanpa penghuni yang sudah dibiarkan ratusan tahun lamanya. 

Walau kadang hari yang indah itu datang, semua itu sudah berubah tidak akan terjadi seperti yang dulu lagi. Malam yang dingin, nan sepi membuatku mersa bahwa seharusnya aku harus berusaha untuk melupakan semua yang terjadi, agar pintu hati yang tertutup rapat ini, dapat terbuka kembali untuk seorang yang mungkin ditakdirkan untuk bersamaku sampai akhir ajal menjemputku. Tapi apa? Yang ditunggupun tak kunjung tiba sepertinya tak ada yang akan menaruh hatinya pada lempengan logam dingin diselimuti kabut yang pekat, sehingga pandangannya pun mungkin terhalang. Lama kelamaan hati ini mulai mersa jenuh dengan keadaan yang selalu tak berpihak kepada hati yang sedang dilanda pilu. Rupanya semua yangdisusun sesuai dengan ranca kini kelihatannya mulai memudar dibawa air yang mengalir deras, kelautan lepas. Kahilangan maupun kesialan selalu saja data bergantian, seakan sengaja membuat denyut jantung ini berhenti. Kobaran api semangat pun selalu di hulukan agar tak dapat mati jika terkana oleh air mata, yang mengalir bagaikan mata air alami. 

Rasa rindu yang semakin luntur ini lama kelamaan hilang juga dari jiwa yang lara ini. Haus yang dulu melanda hati ini, sekarang disapu oleh air cinta yang begitu terus mengalir tanpa hentinya. Mungkin semua itu takan terjadi lagi pada hati yang lara, atau semua itu akan datang dan merobek kembali diding yang sementara di bangun kokoh. Melihat segala isi ruang yang kosong dan kemudian mengisi nya kembali dengan setumpuk harapan yang tersirat dalam benang cinta.
Hadir mu memang mengubah segala yang ku miliki, entah apa yang harus ku ucapkan untuk berterima kasih atashadirnya dirimu dalam hidupku. Yang seharusnya kau tahu bahwa diri ini memang seorang yang tidakmempunyai jiwa yang murni seperti dirimu, tapi ku yakin dengan adanya dirimu disampingku, semua itu dapat berubah.
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar