Ini
hari tepat tanggal 11 mei 2015 jam 13:16, saya ke perpustakaan daerah. Disana
saya bermaksud untuk mencari buku-buku IT, untuk memecahkan persoalan aplikasi
yang sayabuat. Maklum anak IT Heehehe.....(sedikit sombong tidak apa-apa kan?.
Setelah
beberapa menit, masuk ke perpustakaan daerah saya langsung menuju ke ruangan
dimana buku-buku IT disimpan. Tapi sebelum itu saya mencari buku lewat komputer
data base yang sudah di siapkan oleh perpustakaan. Setelah mencarinya saya pun
mendapatkan buku yang saya inginkan, serta dimana letak buku itu disimpan. Saya
pun langsung menuju ruangan IT, wah...saya terkejut sejenak karena penggemar
buku IT ini sangat banyak sekali. Namun ada beberapa orang yang lagi asyik
ngobrol bukannya membaca, ada pula yang hanya ngadem saja, soalnya di luar lagi
panas sekali, tau sendiri kota kupang bagaimana panasnya.
Pada
ruangan IT saya duduk bagian yang paling pojok, disaana di hadapan saya ada
seorang yang sedang asyiknya bermain leptop, di samping saya ada seorang cewe
yang sedang membaca dengan kusutnya. Entah apa yang dibaca cewe itu, tapi
kelihatannya sangat serius sekali sehingga mulutnya kelihatan komat-kamit
sendiri, seperti Mbah dukun (eyang Subur). Perlahan-lahan dengan keadaan yang
tidak mau mengganggu pembaca lainya, terlebih cewe yang lagi serius itu saya
pun menuju ke bagian buku yang saya cari tadi. Stelah mendapatkan buku yang
saya inginkan, saya langsung kembali
ketempat dimana saya duduk. Keadaanya masi sama, si cewe tadi masi saja serius
dengan apa yang sedang dia baca, dan yang di hadapan saya masih saja asyik
dengan leptopnya.
Saya
mulai membaca buku yang telah diambil tadi, disana saya mendapat beberapa cara
supaya persoalan saya dapat terpecahkan. Namun terdengar suara seperti menggombal,
setelah dicari tau padahal suara itu berasal dari bagian tengah dimana disana terdapat
beberapa anak ABG yang bukannya membaca tapi mala berpacaran di perpustakaan.
Merasa risih si cewe yang lagi serius tadi langsung berterian dengan lantang
,”Hey...Besong semua yang ada disitu tidak bisa diam ko. Ini perpustakaan bukan
tempat untuk berpacaran atau ngbrol.”lanjut cewe tadi. Saya sedikit kaget
dengan apa yang dilakukan oleh cewe itu, ternyata benar dia lagi membaca dengan
seriusnya. Pikir saya tadi dia cuman ngadem saja atau apalah, tapi dia sedang
membaca dengan serius.
“wah
ini cewe, kejam juga ya...!!” kata saya dalam hati. Dengan suara yang agak
dikecilkan, saya pun berkata kepada cewe itu, “Memang tu orang mengganggu
sekali dari tadi ya”, dengan suara yang masih terdengar emos cewe itu berkata,
“iya...benar, memang anak-anak kurang diajar oleh orang tuanya”. Wah..... kalau
kejadian seperti ini mah yang disalahkan pasti ujung-ujungnya orang tua.
Kasihan ya orang tua kita, padahal orangtua selalu mengajarkan anaknya hal yang
baik, bukannya hal yang buruk disitu saya kadang merasa sedih.
Setelah
melewati percakapan itu, si cewe itu langsung mengajak saya berkenalan. “Hallo
kak..” dengan suara nyaring dan enak didengar seperti lagu tahun 70-an, bikin ngantuk
saja. “Iya...” jawab saya dengan sembil menoleh kearah cewe yang ada disamping
saya tadi. “Nama saya Evan, (sambil menyodorkan tangannya)”. “Kalau kakak...”.
lanjut cewe itu. “Saya Pa’e..” (nama samaran saya) sambil bersalaman dengan cewe itu. Terlihat
sekali senyumnya yang begitu aduhay, yang tak bisa di tuangkan dengan
kata-kata, maupun logika. Setelah perkenalan itu kami berdua pun melanjutkan
membaca buku kita masing-masing.
Akhirnya
selesai juga membaca buku, dan persoalan sayapun dapat terpecahkan. Saya pun
pulang, Evan, cewe yang tadi berkenalan dengan saya iku juga menyelesaikan
membacanya, dan kami berduapun keluar dari perpustakaan daerah.
Setelah
sampainya didepan perpustakaan, saya menawarkan untuk mengantarnya pulang
kebetulan waktu itu saya membawa motor. “Kamu mau kemana, saya antar ya..?”
kata saya. “hhmmmm...tidak usah takut merepotkan kakak”. Kata cewe cantik itu.”
Tak apa kok....” .lanjut saya. Akhirnya saya pun mengantarnya pulang
kerumahnya. Dalam perjalanan ke rumahnya saya pun bertanya sedikit tentang
didrinya, supaya kelihatan agak akrab begitu. “Kalau saya antar begini saya
takut nanti ada yang marah lagi”. Cewe tersenyum sambil berkata,” siapa yang
marah orang akau tidak punya cowo ko”. “cewe secantik dia tidak ada cowo, pasti
dia sedang menipu saya ini”. Kata saya dalam hati. “Memang sih saya pernah
punya cowo tapi cowo itu malah selingkuhin aku, katanya aku terlalu sombang
apalah”. Ne cowo bego ne masa cewe secantik Evan ini masih si duakan, kalau
seandainya saya, saya akan setia kepadanya, tidak akan saya sia-siakan dia.
Sambil ngelamun sejenak di atas motor yang sedang malaju dengankecepatan 70
km/jam.
Beberapa
saat kemudian kamipun tiba dirumahnya Evan, dengan tersenyum Evan langsung
meminta HP atau telvon seluler saya. “untuk apa?” tanya saya. “Udah kasi saja”,
beberapa menit kemudian diapun mengembalikan HP saya tadi yang dipinjamnya.
“Ahh.... cepat amat memangnya bikin apa dengan HP saya. Dengan suara keras yang
berasal dari teras meraka dia berkata, “nama aku kamu ingatkan, nah itu nama
kontak saya di HP kamu”. Dengan tersenyum sambil masuk kedalam rumah.
Saya
tersenyum sejenak, dan kemudian melanjutkan perjalanan pulang. Sampainya di
rumah terdengarr suara SMS masuk, ternyata SMS itu berasal dari Evan. Saya pun
lekas membacanya. Ternyata isi pesan itu “kamu sudah sampai rumah, kalau sudah
sampai kabarin aku ya....?”. saya langsung membalas SMS nya, “iya aku sudah
sampai rumah ne...?kamu gi ngapain”. Beberapa saat kemudian dia pun
membalasnya, aku baru habis mandi ne, nanti hari sabtu kita ke perpustakaan,
kalau kamu tidak sibuk”. “ok, tapi agak sore sekitar jam 3 begitu”. Balas saya.
“ok lah kalau begitu”.
Kami
berduapun berjanji untuk membaca lagi di perpustakaan daerah, di hari sabtu
tepat nya jam 3. Keadaan hati ini mulai berbunga, nampaknya cewe yang tadi
ketemuan dengan saya itu mungkin dia suka sama saya. Atau dia cuman mau
mengajak saya untuk sekedar membaca saja. Ah... itu tidak penting pokoknya saya
mau ketemuan dengan dia, kan dia yang mengajak saya. Dan mudah-mudahan duagaan
saya benar, kalau dia memang suka dengan saya.
Sekian
dulu ya cerita dari saya, soalnya leptop sedikit lagi mau mati daan tempat yang
saya dudk sekarangini sudah mau di tutup. Sampai jumpa lagi di hari sambtu yang
akan datang, doain saya ya agar sukses mengungkapkan perasaan yang barusaja
tumbuh ini.
Bersambung............

0 komentar:
Posting Komentar