Masa SMA adalah masa
yang paling indah dimana masa kepuberan kita lagi asyik-asyiknya. Memang sih,,,
tanpa kita sadari kita akan bertumbuh dewasa pada akhirnya, dan akan melupakan
masa puber kita. Makanya dimasa ini saya sangat memanfaatkan betul, untuk
melakukan hal yang sering dilakukan anak SMA pada umumnya. Tau tidak apayang
akan saya lakukan, yang saya lakukan adalah menembak seorang cewe, untuk di
pacarin. Mau taubagamana saya menembaknya???? langsung saja ini ceritanya.
“Suatu hari saya
berangkat kesekolah dengan keadaan yang sangat gembira sekali, dikarenakan saya
mendapat info bahwa kami tidak masuk kelas seperti biasanya. Tapi kami akan
pergi ke suatu tempat, entah dimanalah itu. Saya pun berpikir kalau ini adalah
kesempatan yang pas untuk menembak cewe incarsya selama masih berada di kelas I, dan sekarang sudah
kelas II SMA. Tau tidak sob cewe yang
saya incar itu satu kelas sama saya, nah…..itu yang mebuat saya bingung untuk
menembak si cewe ini, karena takut nanti diolok oleh kawan kelas. Tapi hari itu
tekad saya sudah bulat, bahwa saya harus berhasil menembak si cewe incaran saya
itu”.
Waktu yang ditunggu
akhirnya tiba, kala itu kami satu kelas ternyata pergi mengunjungi museum yang
ada di pusat kota. Selama perjalanan kesana saya selalu memperhatikan garak
gerik dari cewe incaran saya itu. Dalam museum itu kami ditugaskan oleh guru
agar mencari sesuatu yang unik yang dimiliki oleh museum ini. Dan kami pun
dibagikan kelompok olehnya. Dan ternyata saya bergabung dalam kelompok mawar,
yang di dalam kelompok itu ada cewe incaran saya. Di kelompok itu terdapt 4
orang didalamnya, dua cewe dan dua cowo. Saat kami berjalan mengelilingi museum
untuk mencari sesuatu yang unik atau istimewa dari museum itu, saya pun
mendapat ide agar kami berdua dapat berpisah dengan kelompok kami, dan pada
waktu itu saya akan memanfaatkan kesepatan itu untuk menembak cewe incaran saya
itu. Kebetulan saya yang menjadi ketua dari kelompok mawar itu, saya membuat
ide kalau kita ingin mendapatkan hal yang unik dari museum ini maka kita harus
berpisah dua-dua orang, saya pun akhirnya bias berdua bersama cewe manis,
cantik dan sexi itu.
Setelah berpisah kami
pun mulai mencari hal yang istimewa itu, dan pada akhirnya kmi sampai pada
suatu ruangan yang menyimpa alat-alat perang tradisional pada daerah itu. Kebetulan
pada ruangan yang satu ini semua kelompok lagi tidak ada disana semua, hanya
kami berdua saja waktu itu. Dan saya pun memulai aksi yang sudah saya siapkan
jauh-jauh hari itu. “Saya pun mulai memegang tangan cewe itu”. Sambil tersenyum
dan dengan tatapan yang tajam, dia berkata “kamu
mau ngapain Aris??”, “tidak ko”
jawab ku sambil melepaskan tangannya. Dengan rasa malu yang ada, saya pun mulai
mencoba kembali, memegang tangannya namun pertanyaan yang sama pun keluar dari
mulut cewe itu. Dan dengan secara sepontan pula saya berkata, “Saya suka sama”, dada sangat bergetar
hebat entah kenapa waktu itu, tapi saya coba kuat di hadapanya. Dengan tidak
basa basi lagi saya mulai mengeluarkan semua jurus yang ada, “sebenarnya selama ini saya sudah suka sama
kamu, sejak kita masih kelas I dulu, tapi tidak ada kesempatan dan keberanian
yang saya miliki untuk menyatakan perasaan itu”. Sambil tertunduk, saya pun
melajutkan perkataan saya, “baru sekarang
saya memiliki kesempatan itu, jujur saya akan melakukan apaun yang kamu mau
apabila kamu mau menerima saya”. Kami pun diam sejenak tapi tidak ada suara
yang keluar dari mulu cewe itu. Pada akhirnyas,ecara tidak sengaja saya pun
menatap wajahnya, dan ternyata wajahnya merah merona, entah muking kepanasan
atau terpesona dengan kata-kata yang keluar dari mulut saya barusan. Masi dalam
keadaan yang berhadapan dan berpegangan tangan, saya mendengar suara batuk, “ehem,,”. Dan ternyata suara itu
berasal dari cewe yang ada di hadapan saya saat itu. Tanpa lama-lama lagi cewe
itu pun berkata,” saya juga suka sama
kamu ko, tapi…”.”Tapia pa??” saya pun sepontan berkata. “Tapi saya malu sama teman-teman sekelas,
gimana dong??”. Dengan rasa senang mendengar perkataan itu, saya mengatakan
kepadanya, “kita jalanin saja kalau nanti
lama kelaman pasti kita berdua pun akan terbiasa dengan itu semua”. Cewe itu
pun mengangukan kepalanya, yang tandanya ia juga setuju dengan pendapat saya
itu.
“Hhhhhm…”.
Sedang asyik-asyiknya berdua dengan keadaan yang sedang berbunga-bunga,
terdengar suara dari luar ruangan,”Risssss….kalian
dimana waktunya sudah mau habis nii..”. saya pun menjawab panggilan itu,
dan ternyata panggilan itu berasal dari teman kelompok kami.
Tanpa basa-basi mereka
berdua pun langsung bertanya kepada kami berdua,”apa yang kalian dapatkan??”, “kami
mendapatkan tempat penyimpanan senjata teradisional di daerah ini”. Jawab saya
secara sepontan dan tepat tentunya. Pacar saya yang barusan jadian tadi pun
hanya tersenyum begitu saja, dengan apa yang berusan saya katakan kepada teman
kelompok itu.
Beberapa saat setelah
pengumpulan laporan hasil pencarian kami, kami semua pun kembali ke sekolah,spanjang
perjalanan pulang ke sekolah saya hanya melihat pacar saya itu, dan sesekali
juga ia pun balas memandangnya, sambil tersenyum.
Dan mulai saat itu saya
mulai mengenal yang namanya cinta yang sesungguhnya…..
THE END
,,,,,
BalasHapus??????????????
BalasHapus