Kamis, 16 Oktober 2014



Masa SMA adalah masa yang paling indah dimana masa kepuberan kita lagi asyik-asyiknya. Memang sih,,, tanpa kita sadari kita akan bertumbuh dewasa pada akhirnya, dan akan melupakan masa puber kita. Makanya dimasa ini saya sangat memanfaatkan betul, untuk melakukan hal yang sering dilakukan anak SMA pada umumnya. Tau tidak apayang akan saya lakukan, yang saya lakukan adalah menembak seorang cewe, untuk di pacarin. Mau taubagamana saya menembaknya???? langsung saja ini ceritanya.
“Suatu hari saya berangkat kesekolah dengan keadaan yang sangat gembira sekali, dikarenakan saya mendapat info bahwa kami tidak masuk kelas seperti biasanya. Tapi kami akan pergi ke suatu tempat, entah dimanalah itu. Saya pun berpikir kalau ini adalah kesempatan yang pas untuk menembak cewe incarsya  selama masih berada di kelas I, dan sekarang sudah  kelas II SMA. Tau tidak sob cewe yang saya incar itu satu kelas sama saya, nah…..itu yang mebuat saya bingung untuk menembak si cewe ini, karena takut nanti diolok oleh kawan kelas. Tapi hari itu tekad saya sudah bulat, bahwa saya harus berhasil menembak si cewe incaran saya itu”.
Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, kala itu kami satu kelas ternyata pergi mengunjungi museum yang ada di pusat kota. Selama perjalanan kesana saya selalu memperhatikan garak gerik dari cewe incaran saya itu. Dalam museum itu kami ditugaskan oleh guru agar mencari sesuatu yang unik yang dimiliki oleh museum ini. Dan kami pun dibagikan kelompok olehnya. Dan ternyata saya bergabung dalam kelompok mawar, yang di dalam kelompok itu ada cewe incaran saya. Di kelompok itu terdapt 4 orang didalamnya, dua cewe dan dua cowo. Saat kami berjalan mengelilingi museum untuk mencari sesuatu yang unik atau istimewa dari museum itu, saya pun mendapat ide agar kami berdua dapat berpisah dengan kelompok kami, dan pada waktu itu saya akan memanfaatkan kesepatan itu untuk menembak cewe incaran saya itu. Kebetulan saya yang menjadi ketua dari kelompok mawar itu, saya membuat ide kalau kita ingin mendapatkan hal yang unik dari museum ini maka kita harus berpisah dua-dua orang, saya pun akhirnya bias berdua bersama cewe manis, cantik dan sexi itu.
Setelah berpisah kami pun mulai mencari hal yang istimewa itu, dan pada akhirnya kmi sampai pada suatu ruangan yang menyimpa alat-alat perang tradisional pada daerah itu. Kebetulan pada ruangan yang satu ini semua kelompok lagi tidak ada disana semua, hanya kami berdua saja waktu itu. Dan saya pun memulai aksi yang sudah saya siapkan jauh-jauh hari itu. “Saya pun mulai memegang tangan cewe itu”. Sambil tersenyum dan dengan tatapan yang tajam, dia berkata “kamu mau ngapain Aris??”, “tidak ko” jawab ku sambil melepaskan tangannya. Dengan rasa malu yang ada, saya pun mulai mencoba kembali, memegang tangannya namun pertanyaan yang sama pun keluar dari mulut cewe itu. Dan dengan secara sepontan pula saya berkata, “Saya suka sama”, dada sangat bergetar hebat entah kenapa waktu itu, tapi saya coba kuat di hadapanya. Dengan tidak basa basi lagi saya mulai mengeluarkan semua jurus yang ada, “sebenarnya selama ini saya sudah suka sama kamu, sejak kita masih kelas I dulu, tapi tidak ada kesempatan dan keberanian yang saya miliki untuk menyatakan perasaan itu”. Sambil tertunduk, saya pun melajutkan perkataan saya, “baru sekarang saya memiliki kesempatan itu, jujur saya akan melakukan apaun yang kamu mau apabila kamu mau menerima saya”. Kami pun diam sejenak tapi tidak ada suara yang keluar dari mulu cewe itu. Pada akhirnyas,ecara tidak sengaja saya pun menatap wajahnya, dan ternyata wajahnya merah merona, entah muking kepanasan atau terpesona dengan kata-kata yang keluar dari mulut saya barusan. Masi dalam keadaan yang berhadapan dan berpegangan tangan, saya mendengar suara batuk, “ehem,,”. Dan ternyata suara itu berasal dari cewe yang ada di hadapan saya saat itu. Tanpa lama-lama lagi cewe itu pun berkata,” saya juga suka sama kamu ko, tapi…”.”Tapia pa??” saya pun sepontan berkata. “Tapi saya malu sama teman-teman sekelas, gimana dong??”. Dengan rasa senang mendengar perkataan itu, saya mengatakan kepadanya, “kita jalanin saja kalau nanti lama kelaman pasti kita berdua pun akan terbiasa dengan itu semua”. Cewe itu pun mengangukan kepalanya, yang tandanya ia juga setuju dengan pendapat saya itu.
“Hhhhhm…”. Sedang asyik-asyiknya berdua dengan keadaan yang sedang berbunga-bunga, terdengar suara dari luar ruangan,”Risssss….kalian dimana waktunya sudah mau habis nii..”. saya pun menjawab panggilan itu, dan ternyata panggilan itu berasal dari teman kelompok kami.
Tanpa basa-basi mereka berdua pun langsung bertanya kepada kami berdua,”apa yang kalian dapatkan??”, “kami mendapatkan tempat penyimpanan senjata teradisional di daerah ini”. Jawab saya secara sepontan dan tepat tentunya. Pacar saya yang barusan jadian tadi pun hanya tersenyum begitu saja, dengan apa yang berusan saya katakan kepada teman kelompok itu.
Beberapa saat setelah pengumpulan laporan hasil pencarian kami, kami semua pun kembali ke sekolah,spanjang perjalanan pulang ke sekolah saya hanya melihat pacar saya itu, dan sesekali juga ia pun balas memandangnya, sambil tersenyum.
Dan mulai saat itu saya mulai mengenal yang namanya cinta yang sesungguhnya…..

                                                            THE END

           
Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

2 komentar: